Tahun 2014, Politeknik Muhammadiya Pekalongan mendapat kucuran dana dari Dikti dalam bentuk kegiatan PHP-PTS, dan dalam kegiatan ini Politeknik Muhammadiyah Pekalongan memperoleh dana sebesar Rp.400.000.000,-.
Direktur Politeknik Muhammadiyah Pekalongan, Aslam Fatkhudin, M.Kom mengatakan Alhamdulillah, Politeknik Muhammadiyah Pekalongan telah dua kali mendapat bantuan Hibah dari Dirjen DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) periode tahun 2012 dan 2014, yang berarti bahwa sebagai kampus yang baru berjalan sepuluh tahun namun sudah mempunyai prestasi yang cukup membanggakan telah dipercaya dan terpilih sebagai kampus yang layak mendapatkan bantuan guna lebih meningkatkan layanan kepada mahasiswa, alhamdulillah bantuan DIKTI PHP-PTS dan telah dilaksanakan dengan baik, semoga tahun depan dan seterusnya selalu dipercaya dan mendapatkan bantuan lebih banyak lagi.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Tim SPI Dirjen Dikti melakukan verifikasi terhadap kegiatan-kegiatan PHP yang diprogram oleh Politeknik Muhammadiyah Pekalongan. Kegiatan pengawasan ini berlangsung secara ramah dan penuh kekeluargaan dimulai pada pukul 08.30 WIB.
Tim SPI memulai tugasnya dengan melakukan wawancara dengan Tim Penerimaan Barang PHP-PTS tahun anggaran 2014, disertai dengan pengecekan secara administrasi bukti-bukti terkait pengadaan barang, mulai dari tahap penawaran hingga penerimaan barang. Kemudian dilanjutkan dengan pengecekan secara fisik terhadap barang-barang inventaris dari dana PHP-PTS. Dan ditutup dengan kesimpulan serta evaluasi.
Ketua Tim Pengawasan Sugiyo Pranoto mengatakan dari keseluruhan kegiatan kunjungan tim SPI DIKTI, diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan dana hibah PHP-PTS telah terserap dengan baik dalam rangka menunjang program peningkatan mutu proses pembelajaran di Politeknik Muhammadiyah Pekalongan, khususnya dalam bentuk pengadaan peralatan TIK dan Pendidikan, pengadaan software aplikasi, pembangunan laboratorium terpadu, Pengembangan staff non gelar (in house training), dan pekerjaan pengadaan alat laboratorium non TIK. Sebagian besar dari barang-barang inventaris tersebut telah digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa untuk meningkatkan layanan mutu proses pembelajaran. Namun ada beberapa hal yang perlu direvisi dan dievaluasi lagi dalam hal pelaporannya.